Apa itu Intermitten Fasting? Cara mudah menurunkan berat badan part 1

Juli 12, 2023

 Apa itu Intermittent Fasting?



Banyak diet berfokus kepada 'apa yang harus dimakan'. Namun, Intermittent fasting berfokus kepada 'kapan harus makan'.

Dengan intermittent fasting, kamu hanya perlu berfokus kepada kapan waktu kamu makan. Penelitian menunjukkan bahwa berpuasa/fasting dengan jumlah jam tertentu setiap hari atau makan sehari sekali selama dua hari dalam seminggu  memiliki banyak manfaat.

Neurosaintis Jhons Hopskins, Mark Mattson melakukan studi terhadap intermittent fasting selama 25 tahun. Dia mengatakan bahwa tubuh kita berevolusi untuk dapat bertahan tanpa makanan dalam banyak jam bahkan beberapa hari atau lebih lama lagi. Dalam masa prasejarah, sebelum manusia mengenal bercocok tanam, mereka berburu mengumpulkan makanan sambil berevolusi dengan periode yang lama tanpa memakan sesuatu. Mereka terpaksa melakukan itu, karena berburu dan mengumpulkan makanan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Ahli mencatat bahwa bahkan 50 tahun yang lalu lebih mudah mencatat menjaga kesehatan badan di Amerika. Saat itu tidak ada komputer dan Program televisi selesai pada jam 11 malam. Orang orang berhenti makan karena mereka ingin tidur. Porsinya jauh lebih kecil. Banyak orang bekerja dan bermain di luar dan secara umum mendapatkan olahraga lebih banyak

Dengan internet, TV dan hiburan lain yang tersedia 24 jam, banyak orang dewasa dan anak anak belum tertidur berjam jam untuk memonton televisi, scroll media sosial , bermain games dan chattingan dengan teman maupun pacar. Artinya itu bisa membuat duduk dan memakan snack sepanjang hari dan paling banyak ada di malam hari.

Kalori berlebih dan kurangnya aktivitas dapat mengarah kepada kemungkinan besar terkena obesitas, tipe 2 diabetes, serangan jantung dan penyakit lainnya. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa Interminttent fasting bisa membantu membalikkan tren ini.

Bagaimana intermittent fasting bekerja?

Ada beberapa cara untuk melakukan intermittent fasting, namun semuanya berdasarkan pilihan waktu makan dan puasa. Secara sederhana, kamu hanya makan selama 8 jam sehari dan berpuasa untuk sisanya. Atau kamu bisa juga memilih makan sekali sehari selama dua kali dalam satu minggu. Ada beberapa jadwal berbeda dalam intermittent fasting.

Mattson mengatakan bahwa setelah satu jam tanpa makanan, tubuh kekurangan cadangan gula dan mulai membakar lemak. Dia menyebut ini sebagai "metabolic switching".

Intermitten fasting bekerja ketika tubuhmu membakar kalori yang dikonsumsi pada saat terakhir makan. Saat itulah lemak mulai terbakar 

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images